Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 25 Desember 2014)

Posted by on Feb 8, 2015 in Ihya 'Ulumiddin

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

 

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

وَ اَمَّا رُبْعُ الْعَادَاتِ فَيَشْتَمِلُ عَلَى عَشْرَةِ كُتُبٍ

كِتَابُ ادَابِ الأَكْلِ, وَ كِتَابُ ادَابِ النِّكَاحِ, وَ كِتَابُ أَحْكَامِ الْكَسْبِ, وَكِتَابُ الْحَلَالِ وَ الْحَرَامِ, وَ كِتَابُ ادَابِ الصُّحْبَةِ وَ الْمُعَاشَرَةِ مَعَ أَصْنَافِ الْخَلْقِ, وَ كِتَابُ الْعُزْلَةِ, وَ كِتَابُ ادَابِ السَّفَرِ, وَ كِتَابُ السَّمَاعِ وَ الْوُجْدِ, وَ كِتَابُ الأَمْرِ بِالمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ, وَ كِتَابُ ادَابِ الْمَعِيْشَةِ وَ أَخْلَاقِ النُّبُوَّةِ

Artinya : “ Bagian (rubu’) pekerjaan sehari-hari melengkapi sepuluh kitab : Pertama, Kitab Adab Makan. Kedua, Kitab Adab Pernikahan. Ketiga, Kitab Hukum Berusaha (Bekerja). Keempat, Kitab Halal dan Haram. Kelima, Adab Berteman dan Bergaul dengan Berbagai Golongan Manusia. Keenam, Kitab ‘Uzlah (Mengasingkan Diri). Ketujuh, Kitab Bermusafir. Kedelapan, Kitab Mendengar dan Merasa. Kesembilan, Kitab Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Kesepuluh, Kitab Adab Kehidupan dan Budi Pekerti (Akhlaq) Kenabian”.

Penjelasan Pengasuh :

Pada bagian (rubu’) yang kedua Imam Ghazali membagi sepuluh kitab juga, diantaranya :

  1. Kitab Adab Makan

Ajaran Islam mencangkup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali masalah makanan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman, dan ibadah dengan identitas diri. Imam Al-Ghazali mengutamkan pembahasannya dengan makan, karena makan adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengokohkan badan, serta mempunyai dampak yang sangat besar untuk badan dan daya tahan tubuh kita. Allah Ta’ala berfirman :

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya : “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.(An-Nahl : 114).

Dari ayat di atas, dapat di simak bahwa Allah menyuruh manusia memakan apa saja di dunia ini yang di ciptakannya, sepanjang halal dan baik.

 

  1. Kitab Adab Pernikahan

Di sini Imam Al-Ghazali menempatkan bab pernikahan sebagai urutan yang kedua, karena biasanya jika seseorang telah kebanyakan makan maka akan menimbulkan nafsu pada dirinya. Sebagai pribadi muslim yang menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangganya hendaklah sebelum melakukan pernikahan mesti belajar tentang hak dan kewajiban seorang istri dan suami agar tercapai lah tujuan pernikhan itu yakni sebagaimana firman Allah Swt :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar Rum:21)

Karena salah satu faktor terjadinya banyak perceraian kebanyakan orang enggan belajar tentang hak dan kewajibannya masing-masing.

 

  1. Kitab Hukum Berusaha

Agama Islam menganjurkan orang agar berusaha mencari nafkah dan harta benda dengan jalan bercocok tanam, pertukangan atau perdagangan dan lain-lain dengan jalan yang baik. Dalam tasawuf ada yang namanya Maqam Tajrid dan Maqam Kasbi, Maqam Tajrid ialah seseorang sudah terjamin rizkinya sehingga orang tersebut tidak menyibukan dirinya dalam berusaha mencari rizki dan hanya fokus untuk beramal negeri akhirat. Sedangkan Maqam Kasbi ialah sebaliknya ia harus berusaha di dalam mencari rizki akan tetapi tak melupakan bekal untuk akhirat pula. Allah Swt berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ١٠

Artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Al-Jumu’ah : 10).

Harta yang paling baik kita dapati ialah harta yang kita peroleh sendiri bukan minta kepada orang lain.

 

  1. Kitab Halal dan Haram

Baginda kita Nabi Saw bersabda :

إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ….الحديث

Artinya : “Sesungguhnya halal itu jelas dan haram itu jelas dan perkara diantara keduanya itu adalah musytabihat”.

Hadits di atas menjelaskan bahwa halal dan haram itu sudah jelas dan kita ketahui, namun bukan hanya anjing dan babi saja yang disebut haram, namun masih banyak sekali perkara yang haram. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita telah terjatuh dalam keharaman. Na’uzubillah

 

  1. Kitab Adab Berteman dan Bergaul dengan Berbagai Golongan Manusia

Bergaul atau berteman kepada manusia itu sangat penting, namun kita harus pintar dalam memilih teman yang baik agar kita bisa menjadi orang yang sukses dan bisa semakin dekat kepada Allah swt, bukan kita malah terjerumus di dalam lubang kemaksiatan. Nabi Saw bersabda :

اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ اَحَدُهُمْ مَنْ يَخْلُلُ.

Artinya: “Seseorang itu di atas agama kawannya. Maka kalian hendaknya memperhatikan siapa yang akan di jadikan teman”.

Jika kita melihat teman akhlaqnya baik maka dekatlah kepadanya, sebaliknya jika buruk akhlaqnya maka menjauh lah darinya. Guru termasuk dalam kategori ini karena guru memberikan dampak yang dasyat dalam mempengaruhi perilaku muridnya, maka jika ingin mencari guru maka amatilah dengan seksama, lihat akhlaqnya serta dari mana guru itu mendapatkan ilmunya.

 

  1. Kitab ‘Uzlah

Uzlah merupakan pengasingan diri yang di lakukan oleh seseorang ke tempat sunyi, bisa di dalam kota ataupun di luar. Diantara manfaat Uzlah yang akan di dapat bagi orang yang melakukannya ialah:

  1. Tersedianya waktu untuk beribadah, bertafakur, dan merasakan kenikmatan dalam bermunajat kepada Allah Swt.
  2. Terbebasnya diri dari ghibah, riya, dan akhlaq mazmumah.
  3. Terbebasnya dari fitnah, permusuhan antar umat muslim, dan fanatisme golongan/bangsa.
  4. Terbebas dari kejahatan manusia.
  5. Terbebas dari menyaksikan orang-orang berakhlak rendah dan kurang akal.

Uzlah merupakan suatu bentuk peribadatan yang telah dipraktekan oleh para anbiya dan salaf al-saleh semenjak ribuan tahun yang lalu. Ia merupakan proses pematangan diri yang menyuguhkan banyak keuntungan atau hal-hal positif yang sangat bermanfaat untuk kehidupan, baik secara pribadi atau bermasyarakat.

  1. Kitab Bermusafir

 

  1. Kitab Mendengar dan Merasa

Yang di maksud disini ialah mendengar musik yang islami/sufi, karena dengan mendengar seperti itu dapat mengingat Allah swt, berbeda dengan musik yang sekarang ini yang jauh dari kebenaran dan malah membuat manusia lalai kepada Allah Ta’ala dan cint akan dunia ini. Sampai-sampai di kisahkan bahwa seorang sufi menikmati alunan musik islami dengan sangat khusunya sehingga meninggal ketika itu, karena menikmati indahnya Asma Allah Swt yang sangat indah di dengar dan di rasa.

  1. Kitab Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

Allah Swt berfirman:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-‘Imran :104).

Dalam ayat ini Allah dengan tegas memerintahkan umat Islam agar dapat mewujudkan suatu umat yang mendakwahkan Islam keseluruh dunia. Namun sayang, secara umum kita telah melalaikan perintah ini. Sebaliknya orang-orang non-muslim justru sangat memperhatikannya, misalnya para misionaris kristen, mereka siap menyebarkan agama mereka keseluruh dunia dengan sungguh-sungguh. Begitu pula agama lainnya, mereka menyiapkan para penyebar agamanya. Namun adakah di kalangan umat Islam suatu jamaah yang berusaha demikian itu?? jawabannya tidak ada. Kalaupun ada jamaah muslimin atau pribadi yang berusaha mentabligkan Islam, bukan bantuan dan kerja sama yang di terima, tetapi yang di peroleh berbagai halangan dan kritikan. Begitu bertubi-tubi rintangan ini sehingga para mubaligh berputus asa dan meninggalkan dakwah yang mulia ini. Sebenarnya kewajiban terpenting setiap muslim ialah membantu siapa saja yang benar-benar mentabligkan Islam dan memperbaikinya bila salah. Tetapi ia sendiri justru tidak melakukannya, bahkan para mubaligh ia jadikan sebagai sasaran kritik seolah-olah ingin menghentikan mereka.

10. Kitab Adab Kehidupan dan Budi Pekerti (Akhlaq) Kenabian

Pada bab tetakhir ini Imam Al-Ghazali menjelaskan tentan adab kehidupan dan akhlaq kenabian, karena dengan akhlaq Nabi kita biasa mengikuti jejak langkahnya. Rasulullah saw banyak merendahkan diri dan bermohon , selalu meminta kepada Allah swt supaya menghiaskannya dengan kebagusan adab dan kemuliaan budi pekerti. Ia mengucapkan dalam doanya :” Wahai Allah tuhanku, baguskanlah kejadianku dan akhlak ku. Wallahu a’lam

Bersambung…