Kebon Jeruk Jakarta Barat

Minhajul ‘Abidin (Tipu Daya Setan dan Cara Mengatasinya, bag.3)

Posted by on Feb 23, 2015 in Minhajul 'Abidin | 0 comments

(Oleh : KH. Suherman Muchtar, MA)

Al-Imam Ghozali berkata di dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin :

Masih menjelaskan bagaimana caranya mengetahui tipu daya setan, dan bagaimana pula kita mengetahui hal itu, ada dua cara untuk mengetahui tipu daya setan.

Pertama, setan menyerang korbannya dengan cara membidik mereka dengan bisikan-bisikan, seperti panah yang dilesatkan dari busurnya.

Kedua, senjata setan adalah para muridnya yang sudah berhasil ia jerat. Hal itu dapat engkau kenali dengan mengetahui jenis-jenis tipu daya dan sifat-sifatnya, juga cara menyerangnya.

Sebagai tambahan, Allah ta’ala telah memilih pada diri manusia itu dua penyeru, yang mengajak pada manusia lain dan orangpun mendengar serta mengetahui ajakannya.

Menurut sebuah riwayat, nabi saw telah bersabda, “apabila dilahirkan seorang bayi anak adam, Allah ta’ala menyertainya dengan satu malaikat dan setan menyertainya dengan satu setan. Maka setan tersebut menempel pada telinga hati sebelah kiri, sedang malaikat menempel pada telinga hati sebelah kanan. Keduanya sama-sama membisikan ajakan”. Dan nabi bersabda  “pada hati manusia terdapat persinggahan setan dan malaikat”.

Kemudian Allah memasangkan pada diri anak adam itu tabiat yang cenderung pada syahwat dan kelezatan duniawi, baik maupun buruk. Itulah yang disebut hawa nafsu, yang menjerumuskan manusia kepada berbagai penyakit moral. Bisikan-bisikan di dalam hati itu mendorong si hamba melakukan sesuatu atau tidak berbuatapa-apa, juga mengajaknya kepada apa yang dibisikan itu. Inilah yang disebut khowatir (bisikan-bisikan hati). Bisikan-bisikan hati ini ada 4  jenis.

Pertama, yang ditimbulkan oleh Allah dalam hati manusia di permulaan, ini yang disebut dengan bisikan semata.

Kedua, ditimbulkan oleh Allah sejalan dengan tabiat manusia, ini yang disebut dengan hawa nafsu.

Ketiga, muncul setelah ajakan malaikat mulhim, maka itu dinamakan ilham.

Keempat, ditimbulkan-Nya setelah ajakan setan, yaitu dinamakan was-was.

Bersambung…

_Wallahua’lam bisshawab_

Sumber : Al-Ghazali, “Minhajul ‘abidin”, darul ilmi, surabaya h.21

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>