Kebon Jeruk Jakarta Barat

Minhajul ‘Abidin (Tipu Daya Setan dan Cara Mengatasinya)

Posted by on Feb 20, 2015 in Minhajul 'Abidin | 0 comments

(Oleh : KH. Suherman Muchtar, MA)

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin :
Menurut Pakar Tashawwuf (yang dikutip oleh Imam Ghazali) bahwa cara yang paling tepat pada masalah urusan setan, ada yang mengatakan yang pertama adalah berlindung kepada Allah, dan yang kedua adalah melawannya. Namun cara yang paling jitu adalah dengan menggabungkan kedua cara tersebut. Berlindung kepada Allah dari buruknya setan sebagaimana yang Allah telah perintahkan kepada kita, lalu Allah yang akan menuntaskan setan itu. Kemudian jika kita kalah dari godaan setan, maka ketahuilah bahwasanya itu adalah cobaan dari Allah supaya Allah dapat melihat kejujuran, kebenaran, kesungguhan perjuangan kita melawan setan, dan kekuatan kita pada perintah Allah untuk melawan setan, dan supaya Allah melihat kesabaran kita. Sebagaimana Allah telah memberikan kekuasaan kepada orang-orang kafir terhadap kita, padahal Allah mampu untuk menumpas orang-orang kafir tersebut, supaya kita mempunyai pahala berjihad.  Sebagaimana Allah berfirman:  “apakah kamu kira kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang sabar diantara  kalian” (Ali Imran: 142).  Maka demikian pula dengan urusan ini (urusan berjihad melawan setan). Kemudian sesungguhnya memerangi setan adalah sebagaimana dikatakan oleh ulama-ulama kami itu ada 3 perkara, yaitu:

Yang pertama adalah kau kenali dan ketahui tipu daya setan, maka setan ketika itu tidak akan berani kepadamu.  Imam Ghazali memberi perumpamaan sebagaimana maling yang pergi saat kita mengetahuinya datang kepada kita.  Seorang pemuka tabiin yang bernama Hasan al-basri pernah ditanya oleh seseorang, “apakah setan itu tidur?”, maka beliau tersenyum dan menjawab “jikalau setan tidur, maka kita akan istirahat”, itu artinya setan tidak pernah tidur (red.).  Setan akan datang dari berbagai pintu, diantaranya adalah pintu serakah dan pintu su’udzon, lalu bagaimana untuk menghadapi setan dari kedua pintu tersebut?, caranya yaitu dengan percaya kepada Allah dan menerima apa adanya yang Allah telah berikan kepada kita. Imam Ghazali pernah ditanya oleh seorang ulama, “kiranya dengan ayat apa yang lebih ditakuti setan dalam hal ini?”, maka beliau menjawab, aku mendapati ayat Allah, “tidak ada binatang yang melata di muka bumi ini kecuali Allah sudah jamin rizkinya” (Hud: 6 ).

Yang kedua adalah dengan meremehkan ajakan setan, maka tidak engkau gantungkan hatimu pada yang demikian itu (ajakan setan). Karena setan itu bagaikan anjing yang menggonggong, jika kau menghadapinya dia akan selalu melihat dan memperhatikanmu, dan jika engkau berpaling dari anjing itu maka dia akan diam.

Yang ketiga adalah dengan selalu senantiasa berdzikir kepada Allah dengan lisan dan hatimu, dan telah bersabda Rasulullah: “sesungguhnya dzikir kepada Allah itu bagi setan bagaikan penyakit kronis yang menular pada diri manusia”. Maka oleh karena itu kita dianjurkan untuk selalu berdzikir dengan hati kapanpun dan dimanapun, dan berdzikir dengan lisan ketika selesai sholat (red.).

Bersambung…

_Wallahua’lam bisshawab_

Sumber : Al-Ghazali, “Minhajul ‘abidin”, darul ilmi, surabaya h.21

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>