Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 19 Februari 2015)

Posted by on Apr 27, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

KEUTAMAAN ILMU

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

الْبَابُ الأَوَّلُ

فِى فَضْلِ الْعِلْمِ وَااتَّعْلِيْمِ وَتَعَلُّمِ وَ شَوَاهِدِهِ مِنَ النَّقْلِ وَالْعَقْلِ

فَضِيْلَةُ الْعِلْم

شَوَاهِدُهَا مِنَ الْقُرْانِ قَوْلُهُ عَزَّ وَ جَلَّ :{شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِالْقِسْطِ} (ال عمران: 18) فَانْظُرْ كَيْفَ بَدَأَ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى بِنَفْسِهِ وَ ثَنَّى بِالْمَلآئِكَةِ وَ ثَلَّثَ بِأَهْلِ الْعِلْمِ, وَ نَاهِيْكَ بِهَذَا شَرْفًا وَ فَضْلاً وَ جَلاَءً وَ نَبْلاً. وَ قَالَ تَعَالَى :{ يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍŠ} (المجادلة: 11 ). قَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّه عَنْهُمَا: لِلْعُلَمَاءِ دَرَجَاتٌ فَوْقَ الْمُؤْمِيْنَ بِسَبْعِمِائَةِ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ مَسِيْرَةُ خَمْسِمِائَةِ عَامٍّ. وَ قَالَ عَزَّ وَ جَلَّ :{ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ} (الزمر:9). وَ قَالَ تَعَالَى: {إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء }(الفاطر :28). وَقَالَ تَعَالَى :{قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ} (الرعد:43). وَقَالَ تَعَالَى :{ قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ } (انمل:40). تَنْبِيْهٌا عَلَى أَنَّهُ اِقْتَدَرَ بِقُوَّةِ الْعِلْمِ. وَ قَالَ عَزَّ وَ جَلَّ :{وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُواالْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا} (القصص:80). بَيَّنَ اَنَّ عَظْمَ قَدْرِ الآخِرَةِ يُعْلَمُ بِالْعِلْمِ. وَقَالَ تَعَالَى : {وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ ( العنكبوت:43

 

Terjemah Kitab:

BAB PERTAMA : Tentang kelebihan ilmu, kelebihan mengajar, kelebihan belajar dan dalil-dalinya dari naqal (Al-Qur’an dan Hadits) dan akal.

KELEBIHAN ILMU

Dalil-dalilnya dari Al-Qur’an ialah firman Allah swt dalam surat Al-Imran ayat 18 yang artinya : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Maka lihatlah betapa Allah swt memulai dengan dririnya sendiri dan menomor duakan dengan malaikatnya dan menomor tigakannya dengan ahli ilmu. Cukuplah kiranya dengan ini buat kita pertanda kemuliaan, kelebihan, kejelasan, dan ketinggian orang-orang yang berilmu. Pada ayat lain Allah Swt berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya : “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Ibnu Abbas ra mengatakan : “Untuk ulama beberapa tingkat diatas orang mu’min dengan 700 tingkat tingginya, antara dua tingkat itu, jaraknya sampai 500 tahun perjalanan. Pada ayat lain Allah swt befirman pada ayat Az-Zumar ayat 9 yang artinya:”(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. Berfirman Allah swt pada surat Al-Fatir ayat 28 yang artinya: “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. Allah swt berfirman dalam surat Ar-Ra’ad ayat 43 yang artinya : “Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”. Pada ayat lain tersebut Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 40 yang artinya : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. Ayat ini memberitahukan bahwa orang itu merasa sanggup karena tenaga pengetahuan yang ada padanya. Berfirman Allah swt dalam surat Al-Qasas ayat 80 yang artinya: “Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”. Ayat ini menjelskan bahwa tingginya kedudukan di akhirat diketahui dengan ilmu pengetahuan. Pada ayat lain Allah swt berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 43 yang artinya: “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

 

 

Penjelasan Pengasuh:

Bab yang pertama ini Imam Al-Ghazali menjelaskan keutamaan ilmu yang dimana beliau menyebutkan dari pada firman Allah swt diantaranya tentang derajat orang yang berilmu. Allah swt menyebutkan tentang derajat pada 4 (empat) tempat dalam Al-Qur’an.

Pertama surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kedua dalam surat Al-Anfal ayat 4 yang berbunyi:

أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya: “Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”.

Ketiga dalam surat An-Nisa ayat 96 yang berbunyi:

دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan keempat dalam surat Taha ayat 75 yang berbunyi:

وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَى

Artinya:”Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam Keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh derajat yang Tinggi (mulia)”.

Kesimpulan dari  bebrapa ayat diatas bahwa ilmu dan jihad sangat penting, karena dengan keduanya agama ini akan menjadi tegak dan berkembang, namun alangkah mirisnya ketika melihat di zaman ini dan kita menyaksikan langsung bagaimana ulama disepelekan bahkan dimusuhi, malah mereka lebih memilih untuk menghadiri acara-acara yang dapat melalaikan dari mengingat Allah swt bahkan acara yang dapat mendtangkan murka Allah swt ketimbang mereka menuntut ilmu, duduk dimajelis ta’lim untuk mengkaji ilmu-ilmu Allah swt, padahal sudah jelas sekali bahwa Allah swt menyebutkan bagaimana keutamaan orang-orang yang berilmu. Mudah-mudan Allah swt selalu memberikan kita keistiqomahan dalam menuntut ilmu dan bisa mengamalkannya Amiin…

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>