Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 15 Januari 2015)

Posted by on Apr 1, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

MUKADDIMAH

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

فَأَمَّا رُبْعُ الْعِبَادَاتِ : فَأَذْكُرُ فِيْهِ مِنْ خَفَايَا ادَابِهَا وَدَقَائِقِ سُنَنِهَا وَ أَسْرَارِ مَعَانِيْهَا مَا يَضْطَرُّ العَالِمُ العَامِلُ اِلَيْهِ, بَلْ لاَ يَكُوْنُ مِنْ عُلَمَاءِ الآخِرَةِ مَنْ لاَ يَطَّلِعُ عَلَيْهِ, وَأَكْثَرُ ذَالِكَ مِمَّا اُهْمِلَ فِى فَنِّ الْفِقْهِيَاتِ.

وَ اَمَّا رُبْعُ الْعَادَاتِ : فَأَذْكُرُ فِيْهِ أَسْرَارَ الْمُعَامَلَاتِ الجَارِيَةِ بَيْنَ الْخَلْقِ وَ أَغْوَارَهَا وَ دَقَائِقَ سُنَنِهَا وَ خَفَايَا الْوَرْعِ فِى مَجَارِيْهَا. وَ هِيَ لاَ يَسْتَغْنِي عَنْهَا مُتَدَيِّنٌ.

وَ اَمَّا رُبْعُ الْمُهْلِكَاتِ : فَأَذْكُرُ فِيْهِ كُلَّ خُلُقٍ مَذْمُوْمٍ وَرَدَ الْقُرْانُ بِأِمَاطَتِهِ وَ تَزْكِيَةِ النَّفْسِ عَنْهُ وَ تَطْهِيْرِ الْقَلْبِ مِنْهُ, وَ أَذْكُرُ مِنْ كُلِّ وَأحِدٍ مِنْ تِلْكَ الأَخْلاَقِ حَدَّهُ وَ حَقِيْقَتَهُ , ثُمَّ أَذْكُرُ سَبَبَهُ الذِى مِنْهُ يَتَوَلَّدُ, ثُمَّ الآفَاتِ الَّتِي عَلَيْهَا تَتَرَتَّبُ , ثُمَّ الْعَلَامَاتِ الَّتِى بِهَا تُتَعَرَّفُ , ثُمَّ طُرُقَ الْمُعَالَجَةِ الَّتى بِهَا مِنْهَا يَتَخَلَّصُ , كُلُ ذَالِكَ مَقْرُوْنًا بِشَوَاهِدِ الآيَاتِ وَ الأخْبَارِ وَ الآثَارِ.

Terjemah Kitab :

Adapun bagian ibadah, maka akan saya sebutkan di dalamnya tentang adab yang mendalam, sunah-sunah yang halus, dan rahasia-rahasia makna yang di butuhkan oleh orang yang berilmu dan mengamalkan. Bahkan tidaklah termasuk di antara ulama akhirat orang yang tidak memperhatikan kepadanya, dan kebanyakan demikian itu diantara sesuatu yang di sia-siakan dalam ilmu fiqih.

Adapun bagian pekerjaan sehari-hari, maka saya sebutkan di dalamnya dari pada rahasia muamalah yang berjalan di antara makhluk dan liku-likunya, sunahnya yang halus-halus, dan sifat wara’ yang tersembunyi pada tempat berjalannya. Yaitu yang harus dimiliki oleh orang yang beragama.

Adapun bagian yang membinasakan : Maka akan aku sebutkan tentang akhlak yang tercela yang telah datang keterangannya dalam Al-Qur’an dengan menghilangkannya, membersihkan jiwa, dan mensucikan hati dari padanya itu, dan aku sebutkan tiap-tiap akhlaq definisi dan hakikatnya, kemudian aku sebutkan sebab-sebab yang timbul darinya, kemudian bahaya yang teratur, tanda-tanda yang engkau ketahui dan jalan-jalan supaya terlepas dari padanya. Semuanya itu disertai dengan dalil-dalil ayat, hadits, dan perkataan sahabat.

Penjelasan Pengasuh :

Pada pertemuan kali ini Imam Al-Ghazali akan menjelaskan nanti dalam pembahasan tentang ibadah pada rahasia-rahasianya atau yang tersembunyi. Dalam fiqih ibadah terbagi dua yakni ibadah Mahdoh dan Ghoiru Mahdoh,

Menurut Prof. Wahbah Az-Zuhaili, Ibadah ialah suatu nama yang menghimpun bagi sesuatu yang dicintai oleh Allah Swt baik perkataan maupun perbuatan, baik yang zohir maupun yang batin. Ibadah bukan hanya perbuatan yang wajib saja yang kita kerjakan, akan tetapi perbuatan sunah pun kita lakukan, karena sunah merupakan perintah Allah dan itu merupakan suatu ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Menurut Imam Al-Ghazali ibadah wajib ibarat induknya harta sedangkan ibadah sunah merupakan keuntungannya. Hidup ini ibarat perdagangan, jika ia mengerjakan hanya hal yang wajib saja dan tidak melakukan hal yang dapat menghancurkan ibadah, maka selamatlah orang tersebut. Jika ditambah dengan yang sunah maka orang itu adalah orang yang beruntung.

Kemudian Imam Al-Ghazali akan menyebutkan bagaimana rahasia wara’. Ciri mendasar pada seseorang yang bersifat wara’ adalah kemampuannya meninggalkan sesuatu yang hanya semata-mata ada keraguan atau syubhat, orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi selalu bersikap prefentif untuk diri mereka sendiri dengan berhati-hati dari sebagian yang halal yang bisa membawa kepada sesuatu yang makruh atau haram. Rasulullah Saw bersabda:

لاَيَبْلُغُ الْعَبْدُ أَنْ يَكُوْنَ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ حَتَّى يَدَعَ مَالاَبَأْسَ بِهِ حَذَرًا مِمَّا بِهِ بَأْسٌ

Artinya: “Seorang hamba tidak bisa mencapai derajat taqwa sehingga ia meninggalkan yang tidak dilarang karena khawatir dari sesuatu yang dilarang”.

Serta bagi orang yang wara’ meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya, sebagaimana Nabi Saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya).

Kemudian Imam Al-Ghazali akan membahas tentang bagaimana akhlak tercela dan cara membersihkannya. Akhlak di dalam Islam sangatlah penting, dan wajib bagi setiap muslim untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki akhlak yang mulia sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan agama Islam itu merupakan agama akhlak, agama yang mengajarkan tentang tata krama, adab, dan yang lainnya. Oleh karena itu, terkadang seseorang dengan akhlaknya bisa mendapatkan penerimaan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Dan banyak orang yang melihat dan menilai seseorang itu dari tingkah laku dan akhlak kepribadiannya, sebelum dari hal yang lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan mengutus RasulNya dengan akhlak yang mulia. Dan akhlak yang mulia inilah yang menjadikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dijuluki dengan Al-Amin oleh orang-orang Quraisy pada zaman dahulu. Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa akhlak itu bukan masalah yang sepele. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR At-Tirmidzi)

_Wallahu ‘alam bisshawab_

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>