Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 12 Februari 2015)

Posted by on Apr 26, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

 

KITAB ILMU DAN PADANYA ADA 7 (TUJUH) BAB

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

البَابُ لأَوَّلُ : فِى فَضْلِ الْعِلْمِ وَالتَّعْلِيْمِ. البَابُ الثَّانِى : فِى فَرْضِ الْعَيْنِ وَ فَرْضِ الْكِفَايَةِ مِنَ الْعُلُوْمِ وَ بَيَانِ حَدِّ الْفِقْهِ وَ الْكَلاَمِ مِنْ عِلْمِ الدِّيْنِ وَ بَيَانِ عِلْمِ الآخِرَةِ وَ عِلْمِ الدُّنْيَا. الْبَابُ الثَّالِثُ : فِيْمَا تَعُدُّهُ الْعَامَّةُ مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَ لَيْسَ مِنْهُ, وَ فِيْهِ بَيَانُ جِنْسِ الْعِلْمِ الْمَذْمُوْمِ وَ قَدْرِهِ. الْبَابُ الرَّابِعُ : فِى افَاتِ الْمُنَاظَرَةِ وَ سَبَبِ اِشْتِغَالِ النَّاسِ بِالْخِلاَفِ وَ الْجَدْلِ. الْبَابُ الْخَامِسُ : فِى ادَابِ الْمُعَلِّمِ وَ الْمُتَعَلِّمِ. الْبَابُ السَّادِسُ فِى افَاتِ الْعِلْمِ وَ الْعُلَمَاءِ وَ الْعَلاَمَاتِ الْفَارِقَةِ بَيْنَ عُلَمَاءِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. الْبَابُ السَّابِعُ : فِي الْعَقْلِ وَ فَضْلِهِ وَ أَقْسَامِهِ وَ مَا جَاءَ فِيْهِ مِنَ الأَخْبَارِ.

Terjemah Kitab:

“Kitab Ilmu dan di dalamnya terdapat tujuh bab, Bab Pertama: Keutamaan Ilmu, Mengajarkan, dan Belajar. Bab Kedua: Tentang Ilmu-Ilmu yang Fardu ‘Ain dan Fardu Kifayah, Menerangkan Batas Ilmu Fiqih, Pembicaraan Tentang Ilmu Agama, dan Penjelasan Ilmu Akhirat dan Ilmu Dunia. Bab Ketiga: Tentang Ilmu Agama yang Dianggap Orang Awam Padahal itu Bukan, dan Penjelasan Jenis Ilmu Tercela dan Kadarnya. Bab Keempat: Tentang Bahaya Perdebatan dan Sebab Disibukan Manusia dari Berselisih dan Bertengkar. Bab Kelima: Tentang Adab Pengajar dan Pelajar. Bab Keenam: Tentang Bahaya Ilmu, Ulama dan Tanda-Tanda yang Membedakan Ulama Dunia dan Ulama Akhirat. Bab Ketujuh: Tentang Akal, Bagian-Bagian Akal dan Hadits-Hadits Tentang Akal”.

 

Penjelasan Pengasuh:

Pada pertemuan kali ini alhamdulillah kita telah masuk kedalam pembahasan pertama, yakni mengenai bab tentang ilmu. Imam Al-Ghazali membagi pembahasan ilmu ini dengan 7 (tujuh) bagian :

  1. Keutamaan Ilmu, Mengajarkan, dan Belajar

Banyak dari pada karangan Imam Al-Ghazali beliau selalu mendahulukan bab tentang ilmu di bab pertama pembahasannya, karena banyak sekali bagaimana manfaat ilmu jika kita memilikinya, diantaranya manfaatnya:

  1. Ilmu dapat membedakan mana pekerjaan yang baik maupun yang buruk.
  2. Dengan ilmu pula seseorang bisa menjadi mulia, karena Allah Swt yang mengangkat sendiri derajatnya. Sebagaimana Allah Swt berfirman :

يَآيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya:” Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Mujadalah: 11).

  1. Ilmu pula yang menjadikan manusia menjadi takwa, kemudian dengan takwa manusia menjadi mulia.
  2. Ilmu sebagai penghias untuk ahlinya dan sebagai tanda pujian. Sebagaimana penyair berkata:

فَاِنَّ الْعِلْمَ زَيْنُ لأَهلِهِ # وَ فَضْلٌ وَ عُنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ

وَ كُنْ مُسْتَفِدًا كُلَّ يَوْمٍ زِيَادَةً  #  مِنَ الْعِلْمِ وَاسْبَحْ فِى بُحُوْرِ الْفَوَائِدِ

تَفَقَّهْ فَاِنَّ الْفِقْهَ أَفْضَلُ قَائِدِ # اِلَى الْبِرِّ وَ التَّقْوَى وَ أَعْدَلُ قَاصِدِ

هُوَ الْعِلْمُ الْهَادِى اِلَى سُنَنِ الْهُدَى # هُوَ الْحِصْنُ يُنْجِى مِنْ جَمِيْعِ الشَّدَائِدِ

فَاِنَّ فَقِيْهًا وَاحِدًا مُتَوَرِّعًا # أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

Artinya:

Belajarlah, karena ilmu akan menghiasi ahlinya,

Dia keunggulan dia pula pertanda semua pujian

Carilah ilmu, agar setiap hari dapat tambahan

Dan berenanglah ketengah samudra pengetahuan

Belajarlah fiqih, dialah panglima unggulan

Menuju kebaikan dan taqwa

Dan dialah adilnya adil

Ia ilmu penunjuk kejalan hidayah

Ia benteng penyelamat dari segala bencana

Seorang faqih wara’ sungguh lebih berat

Bagi Setan menggodanya dibanding abid seribu

  1. Tentang Ilmu-Ilmu yang Fardu ‘Ain dan Fardu Kifayah, Menerangkan Batas Ilmu Fiqih, Pembicaraan Tentang Ilmu Agama, dan Penjelasan Ilmu Akhirat dan Ilmu Dunia.
  2. Tentang Ilmu Agama yang Dianggap Orang Awam Padahal itu Bukan, dan Penjelasan Jenis Ilmu Tercela dan Kadarnya.
  3. Tentang Bahaya Perdebatan dan Sebab Disibukan Manusia dari Berselisih dan Bertengkar. Sebab perdebatan hanyalah membuat waktu saja serta membuat permusuhan bukan kedamaian
  4. Tentang Adab Pengajar dan Pelajar. Sebaiknya seorang pengajar harus lebih pandai adabnya dari muridnya, sebab pengaruh seorang pendidik sangat besar bagi kesuksesan muridnya, akan tetapi menjadi seorang murid pula banyak syarat-syaratnya yang mesti di lakukan jika ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, diantaranya beradab terhadap gurunya dan orang lain. Sebab seorang murid yang beradab akan sukses dengan ilmunya.
  5. Tentang Bahaya Ilmu, Ulama dan Tanda-Tanda yang Membedakan Ulama Dunia dan Ulama Akhirat.
  6. Tentang Akal, Bagian-Bagian Akal dan Hadits-Hadits Tentang Akal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>