Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin (05 Februari 2015)

Posted by on May 1, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Terjemah Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

Ditulis Oleh: Ustadz Alfani, S.Pd,I

KEUTAMAAN ILMU

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

وَ اَمَّا الأَخْبَارُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : (( مَنْ يُرِدِ اللّهُ بِهِ خَيْرٌا يُفَقِّهُ فِى الدِّيْنِ وَ يُلْهِمُهُ رُشْدَهُ )) وَ قَالَ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : (( الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ )) , وَ مَعْلُوْمٌ أَنَّهُ لاَ رُتْبَةَ فَوْقَ النُّبُوَّةِ وَ لاَ شَرَفَ  فَوْقَ شَرَفِ الوَرَاسَةِ  لِتِلْكَ الْرُتْبَةِ. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : {يَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَ الأَرْضِ} وَ اَيُّ مَنْصِبٍ يَزِ يْدُ عَلَى مَنْصِبٍ مَنْ تَشْتَغِلُ مَلاَئِكَةُ السَّمَوَاتِ وَ الأَرْضِ بِالأِسْتِغْفَارِ لَهُ ؟ وَ قالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : {اِنَّ الْحِكْمَةَ تَزِيْدُ الشَّرِيْفَ شَرَفًا وَ تَرْفَعُ الْمَمْلُوْكَ حَتَّى يُدْرِكَ مَدَارِكَ الْمُلُوْكِ } وَ قَدْ نَبَّهَ بِهَذَا عَلَى ثَمْرَاتِهِ فِى الدُّنْيَا, وَ مَعْلُوْمٌ اَنَّ الآخِرَةَ خَيْرٌ وَ اَبْقَى. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { خَصْلَتَانِ لاَ يَكُوْنَانِ فِي مُنَافِقٍ : حُسْنٌ سَمْتٌ وَ فِقْهٌ فِى الدِّيْنِ} وَ لاَ تَشُكَنَّ فِى الحَدِيْثِ لِنِفَاقِ بَعْضِ فُقَهَاءِ الزَّمَانِ, فَاِنَّهُ مَا اَرَادَ بِهِ الّذِي ظَنَنْتَهُ وَ سَيَأْتِى مَعْنَى الْفِقْهِ. وَ اَدْنَى دَرَجَاتِ الْفِقْهِ اَنْ يَعْلَمَ اَنَّ الآخِرَةَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا, وَ هَذِهِ الْمَعْرِفَةُ اِذَا صَدَقْتَ وَ غَلِبْتَ عَلَيْهِ بَرِئٌ بِهَا مِنَ النِّفَاقِ وَ الرِّيَاءِ

Terjemah Kitab:

Adapun Hadits, maka Rasulullah Saw bersabda:

Barang siapa yang dikehendaki Allah akan memperoleh kebaikan, niscaya dianugerahinya pemahaman dalam agama dan diilhaminya petunjuk”.

Nabi Saw bersabda:

“Orang berilmu (ulama) itu adalah pewaris para Nabi-nabi”.

Dan sudah diketahui bahwa tak ada pangkat di atas pangkat kenabian dan tak ada kemuliaan diatas kemuliaan yang mewarisi pangkat tersebut.

Nabi Saw bersabda:

”Memintakan ampun untuk orang yang berilmu sesuatu yang ada di langit dan di bumi”.

Manakah kedudukan yang melebihi kedudukan orang, dimana para malaikat di langit dan di bumi selalu meminta ampun baginya?. Nabi Saw bersabda:

“Bahwa ilmu itu menambahkan mulia orang yang mulia, dan meninggikan seorang budak sampai ketingkat raja-raja”.

Dijelaskan dengan hadits ini atas buahnya di dunia, dan diketahui bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal.

Nabi Saw bersabda:

“Dua perkara yang tidak dijumpai pada orang munafik: Baik kelakuannya, dan paham agama”.

Dan janganlah engkau ragu akan hadits ini, karena munafiknya sebagian ulama fiqih zaman sekarang. Karena tidaklah dimaksudkan oleh hadits itu akan fiqih yang kau sangkakan. Dan akan diterangkan arti fiqih itu. Serendah-rendahnya tingkat seorang ahli fiqih tau ia bahwa akhirat itu lebih baik dari dunia, dan pengetahuan ini apabila benar dan banyak padanya niscaya telepaslah dia dari sifat nifaq dan riya.

Penjelasan pengasuh:

Islam adalah satu-satunya agama yang benar yang sangat diharapkan kehadirannya untuk melanggengkan kehidupan dialam ini. Tanpa Islam rasanya sulit bagi manusia untuk lepas dari angkara murka yang terdapat pada gelombang kehidupan yang tak kenal belas kasih. Keterkaitan Islam dan ulama sangatlah erat. Perkembangan dan kemajuan Islam masa lampau tak lepas dari peran ulama. Diabad modern ini sosok-sosok ulama yang konsisiten dengan agamanya sangat dibutuhkan, dalam upaya mengembalikan kaum muslimin ke masa keemasannya. Pada pertemuan kali ini kita masih membahas tentang keutamaan ulama berdasarkan dari hadits baginda Nabi Saw. Dalam hadits-hadits yang telah di paparkan oleh Imam Al-Ghazali banyak sekali pelajaran-pelajaran yang bisa kita petik, sehingga kita bisa amalkan dalam kehidupan kita. Diantara poin-poin yang bisa kita petik adalah:

  1. Bahwa seorang ulama ialah seseorang yang menguasai disiplin-disiplin ilmu secara utuh kemudian mengamalkannya.
  2. Ulama adalah pewaris para Nabi. Nabi saw bersabda:

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: ““Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud).

  1. Sangat wajar sekali seorang ulama begitu dihormati, karena Allah lah yang memuliakan orang-orang yang memiliki ilmu.
  2. Keturunan tidak menjadi halngan untuk menjadi orang yang mulia, karena orang mulia bukan karena keturunan namun kemuliaan diperoleh karena mempunyai ilmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>