Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin (11 Desember 2014)

Posted by on Dec 20, 2014 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar. MA

 

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

فَأَمَّا عِلْمُ طَرِيْقِ الآَخِرَةِ وَمَا دَرَجَ عَلَيْهِ السَّلَفُ الصَّالِحُ مِمَّا سَمَّاهُ اللهُ سُبْحَانَهُ فِي كِتَابِهِ : فِقْهًا وَحِكْمَةً وَعِلْمًا وَ ضِيَاءً وَ نُوْرًا وَ هِدَايَةً وَ رُشْدًا, فَقَدْ أَصْبَحَ مِنْ بَيْنِ الْخَلْقِ مَطْوِيًّا وَصَارَ نَسْيًا مَنْسِيًّا.وَلَمَّا كَانَ هَذَا ثَلْمًا فِى الدِّيْنِ مُلِمًّا وَ خَطْبًا مُدْلَهِمًّا,رَأَيْتُ الاِشْتِغَالَ بِتَحْرِيْرِ هَذَا الكِتَابِ مُهِمَّا اِحْيَاءً لِعُلُوْمِ الدِّيْنِ وَ كَشْفًا عَنْ مَنَاهِجِ الأئِمَّةِ المُتَقَدِّمِيْنَ وَ اِيْضَاحًا لِمَبَاهِى العُلُوْمِ النَافِعَةِ عِنْدَ النَّبِيِّيْنَ وَالسَّلَفِ الصَّالِحِيْنَ.

Terjemah kitab :

Adapun ilmu jalan menuju akhirat yang di tempuh ulama-ulama terdahulu yang saleh, yang dinamakan oleh Allah Swt dalam kitabnya : Fiqih, Hikmah, Ilmu, Cahaya, Nur, Hidayah dan Petunjuk, maka ilmu itu telah terlipat diantara manusia bahkan ilmu itu menjadi terlupakan. Tatkala perkara yang demikian itu dapat menghancurkan agama dan mendatangkan bahaya yang mengerikan, maka aku sibukkan untuk mengarang kitab ini karena terdapat suatu kewajiban yang sangat penting untuk Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama (Ihya ‘Ulumiddin), membukakan jalan yang dilalui imam-imam yang terdahulu dan menjelaskan maksud dari ilmu-ilmu yang bermanfaat menurut para nabi-nabi dan ulama-ulama terdahulu yang saleh.

Penjelasan Pengasuh :

Di kehidupan yang kita jalani ini banyak sekali berbagai macam cabang ilmu yang ada, seperti ilmu pengetahuan umum yang dimana kebanyakan orang-orang ingin meraihnya tidak peduli dengan biaya pendidikan yang begitu mahalnya, perjalanan yang jauh dari tempat tinggalnya, yang dipikirkan dibenakya agar anaknya bisa cerdas nantinya dan bisa bekerja di suatu tempat pekerjaan. Namun itu semua hanyalah bermanfaat di dunia saja sedangkan di akhirat tidak akan bermanfaat sama sekali, sedangkan ilmu yang bermanfaat ialah ilmu agama yang bermanfaat di dunia terlebih lagi di akhirat, Imam Ghazali memaparkan kepada kita bahwa ilmu jalan untuk menuju akhirat ialah sangat banyak, dimana ilmu ini ditempuh oleh ulama salafus soleh ( para tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka). Dan Allah swt menamakannya pula di dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai berikut :

  1. Fiqih, menurut bahasa fiqih artinya (الفهم)yang artinya paham. sebagaimana Allah swt berfirman :…..Perhatikanlah betapa kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahaminya”.(Al-An’am: 65).
  2. Hikmah, sebagaimana Allah swt berfirman :”Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (Al-Baqarah: 269).
  3. Ilmu, sebagaimana Allah swt berfirman: ”…..Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal”.(Al-‘Imran: 7).
  4. Diya, sebagaimana Allah swt berfirman: “Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa”. (Al-Anbiya: 48).
  5. Nur, sebagaimana Allah swt berfirman: “……Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan”.(Al-Ma’idah: 15). Serta firman Allah swt :” Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya?”. (Az-Zumar: 22).
  6. Hidayah, sebagaimana Allah swt berfirman: “ ….Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. (Al-Baqarah: 120).
  7. Rusd, sebagaimana Allah swt berfirman: “…..Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah: 186).

Semua ini adalah nama-nama lain dari pada ilmu, di saat itu (masa Imam Ghazali) ilmu telah dilupakan bahkan telah di remehkan oleh orang banyak. Orang-orang enggan mempelajari ilmu agama karena sudah tertipu dengan kemegahan dunia ini, dengan demikian perbuatan itu dapat menghancurkan agama secara perlahan-lahan, sehingga Imam Ghazali bertekad untuk menghidupkan ilmu-ilmu agama kembali dengan menyibukan dirinya untuk mengarang kitab ini, dengan dengan menjelaskan tentang ilmu-ilmu yang bermanfaat menurut para nabi dan ulama-ulama terdahulu.

Kemudian pengarang melanjutkan :

وَ قَدْ أَسَسْتُهُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَرْبَاعٍ وَ هِيَ : رُبْعُ الْعِبَادَةِ, رُبْعُ الْعَادَاتِ, رُبْعُ الْمُهْلِكَاتِ, وَ رُبْعُ الْمُنْجِيَاتِ.وَصَدَرْتُ الْجُمْلَةَ بِكِتَابِ الْعِلْمِ لأَنَّهُ غَايَةُ المُهِمِّ لِأَكْشِفَ أَوَّلاً عَنِ الْعِلْمِ الَّذِى تَعْبُدُاللّهَ عَلَى لِسَانِ رَسُوْلِهِ صلّى اللّه عليه وسلّم الأَعْيَانِ بِطَلَبِهِ, اِذْ قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم :(( طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ)).وَ اُمَيِّزُ فِيْهِ الْعِلْمَ النَّافِعَ مِنَ الضَّارِّ, اِذْ قَالَ صلّى اللّه عليه وسلّم: (( نَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ)). وَ أُحَقِّقُ مَيْلَ أَهْلِ العَصْرِ عَنْ شَاكِلةِ الصَّوَابِ وَانْخِدَاعَهُمْ بِلاَمِعِ السَّرَابِ وَاقْتِنَاعَهُمْ مِنَ الْعُلُوْمِ بِالْقَشْرِ عَنِ الْلُبَابِ.

Terjemah kitab :

Dan sesungguhnya aku membuat dasar kitab ini atas empat bagian (empat rubu’), yaitu:

  1. Seperempat bagian ibadah.
  2. Seperempat bagian adat (kebiasaan sehari-hari).
  3. Seperempat bagian muhlikat (perbuatan yang membinasakan).
  4. Seperempat bagian munjiyat (perbuatan yang menyelamatkan).

Aku dahulukan semua pembahasan ini dengan “kitab ilmu”, karena ilmu itu sangat penting untuk pertama-pertama aku membuka tentang ilmu di mana engkau menyembah Allah atas sabda Nabi Saw adalah fardu ‘ain dalam menuntutnya, karena Rasul Saw bersabda :Menuntut ilmu itu hukumnya wajib atas tiap-tiap muslim”. Dan aku bedakan padanya ilmu yang bermanfaat dari ilmu yang mendatangkan mudarat, karena Nabi saw bersabda : Kami berlindung dengan Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat”. Dan aku akan buktikan kecenderungan manusia di zaman ini dari pada jauh dari sisi kebenaran, tertipunya mereka dengan cahaya fatamorgana, dan perhatian mereka dengan kulit ilmunya saja tanpa isinya ilmu.

Penjelasan pengasuh :

Beberapa karya kitab-kitab Imam Al-Ghazali beliau selalu memulai awal pembahasan dalam kitabnya tentang ilmu, diantaranya kitabnya: Minhajul ‘Aabidin, Ayyuhal Walad, dan kitab ini pula (Ihya ‘Ulumiddin) dll. Begitu sangat pentingnya ilmu itu yang harus kita miliki, dengan ilmu kita bisa menghadiri majelis ta’lim karena kita mengetahui bahwa ada kewajiban untuk kita menuntutnya (ilmu) sebagaimana Nabi saw yang telah sabdakan, akan tetapi tidak cukup hanya mengetahui itu wajib, karena hidayah Allah swt pula lah yang membuat kita bisa menghadiri majelis ilmu. Imam Ghazali akan menuntun kita di dalam pembahasan kitab ini dengan memberikan pengetahuan kepada kita mana ilmu yang bermanfaat dan mana ilmu yang mudarat. Karena ilmu yang bermanfaat ialah ilmu yang semakin mendekatkan kita kepada Allah swt, sebaliknya ilmu telah kita miliki banyak namun kita tetap meninggalkan kewajiban Allah swt itu tanda ilmunya tidak bermanfaat. Sedangkan ilmu mudarat ialah ilmu yang di gunakan bukan untuk kepentingan agama Allah swt melainkan untuk kepentingan nafsunya semata. Di akhir pembahasan ini Imam Ghazali membuktikan bahwa di masanya banyak orang-orang menuntut ilmu hanya kulitnya saja tanpa menuntut isi ilmu itu, ibarat kita hendak makan buah durian, apakah kita makan kulitnya atau isinya? Tentu isinya yang kita makan. Begitu pula ilmu agama yang kita pelajari bukan hanya luarnya saja namun dalamnya pula kita perhatikan. Semoga Allah selalu memberikan kita taufik dan hidayahnya agar kita bisa menuntut ilmu agama dengan baik, ilmu yang bermanfaat serta ilmu yang semakin kita berdekat diri kepada Allah swt…..Amin.

Bersambung…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *