Kebon Jeruk Jakarta Barat

Fathul Mu’in (Najis ‘ainiyah & Najis hukmiyah)

Posted by on Feb 28, 2015 in Fathul Mu'in | 0 comments

(Oleh : KH. Suhermanmuchtar, MA)

al-Imam Zainuddin Al-Malibari berkata didalam kitabnya Fathul Mu’in :

Sesuatu yang terkena najis ‘ainiyah (najis yang ada warna, bau atau rasanya) dapat menjadi suci dengan membasuh yang dapat menghilangkan sifat najis, yaitu rasa, warna dan bau, dan tidak apa-apa jika masih tersisa warna atau bau yang sulit dihilangkan meskipun dari hewanyang najis mugholadzoh (anjing, babi dan anak-anaknya). Berbedahalnyajikawarnadanbaumasihadamakabelumsuci.

Bila suatu benda terkena najis hukmiyah (najis yang tidak ada warna, rasa, dan baunya) misalnya kencing yang telah kering dan tidak ada sifatnya, maka cara mencucinya cukup dengan mengalirkan air pada benda itu satu kali meskipun benda itu biji-bijian atau daging yang dimasak atau pakaian yang diwarnai dengan najis. Bagian dalam ketiga benda ini dapat menjadi suci dengan menuangkan air ke bagian luarnya, seperti halnya pedang yang diguyur dengan najis.

Bila air yang digunakan untuk mencuci najis sedikit, maka disyaratkan  air itu dituangkan pada benda yang akan dicuci. Jika benda yang terkena najis dicuci dengan dimasukkan kedalam air yang sedikit, maka air itu mutanajis meskipun tidak berubah, dan air itu tidak dapat digunakan lagi untuk mensucikan benda lain, air yang dituangkan itu berbeda dengan air yang tidak dituangkan, sebab air yang dituangkan keadaannya kuat karena ia bekerja (membersihkan najis).

Jika mulut terkena najis, maka cukup mengambil air dengan tangan dan dimasukkan kemulut, meskipun air tidak lebih tinggi dengan tangannya atas mulutnya, sebagaimana dikatakan oleh guru kami Ibnu Hajar al-Haitami.

Bagian luar mulut harus dicuci, meskipun dengan memutar air. Sepertihalnya menuangkan air pada bejana yang terkena najis dan air diputar di sisi-sisinya, dan tidak boleh menelan sesuatu sebelum mulut dicuci meskipun ditenggorokan.

Bersambung…

_Wallahua’lam  bisshawab_

Sumber :Zainuddin al-Malibari, ”FathlMu’in”, dar el-Kutb al-Islamiyah,h. 28

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>