Kebon Jeruk Jakarta Barat

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin (26 Februari 2015)

Posted by on Apr 29, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Terjemah Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA

Ditulis Oleh: Ustadz Alfani, S.Pd,I

 

KEUTAMAAN ILMU

بسم الله الرّحمن الّرحيم

Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin :

وَ قَالَ تَعَالَى :{ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ } رَدَّ حُكْمَهُ فِى الْوَقَئِعِ اِلَى اِسْتِنْبَاطِهِمْ وَ اَلْحَقَ رُتْبَتَهُمْ بِرُتْبَتِ الأَنْبِيَاءِ فِى كَشْفِ حُكْمِ اللّهِ. وَ قِيْلَ فِى قَوْلِهِ تَعَالَى : {يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ} يَعْنِى الْعِلْمَ : {وَرِيْشًا } يَعْنِى الْيَقِيْنَ {وَ لِبَاسُ التَّقْوَى} يَعْنِى الْحَيَاءَ. وَ قَالَ عَزَّ وَ جَلَّ : {وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ } وَ قَالَ تَعَالَى :   {فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ}  وَ قَالَ عَزَّ وَ جَلَّ : {بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ} وَ قَالَ تَعَالَى : { خَلَقَ الْإِنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ } وَ اِنَّمَا ذَكَرَ ذَلِكَ فِى مَعْرَضِ الأِمْتِنَانِ

Terjemah Kitab:

Allah Swt berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 83 yang artinya : “kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri)”.  Ayat ini menerangkan bahwa untuk menentukan hukum dari segala kejadian, adalah terserah kepada pemahaman mereka. Dan dihubungkan tingkat mereka dengan tingkat Nabi-nabi dalam hal ini menyingkap hukum Allah Swt.

Dan ada yang menafsirkan tentang firman Allah yang artinya:

Artinya : “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmut”. (QS. Al-‘Araf : 26).

Dengan tafsiran, bahwa pakaian itu maksudnya ilmu, bulu itu maksudnya yakin dan pakaian ketaqwaan itu maksudnya malu.

Pada ayat lain Allah Swt berfirman yang artinya:

”Dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan”.(QS.Al-‘Araf : 52).

Pada ayat lain:

“Maka Sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka)”. (QS. Al-‘Araf: 7).

Pada ayat lain:

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu”. (QS. Al-‘Ankabut: 49).

Pada ayat lain :

Dia menciptakan manusia dan mengajarnya pandai berbicara”. (Ar-Rahman: 3-4).

Dan bahwasannya Allah menyebutkan demikian itu untuk menghubungkan nikmat-nikmatnya.

Penjelasan Pengasuh :

Pada pertemuan kali ini kita masih membahas tentang keutamaan ilmu dan ahli ilmu berdasarkan al-Qur’an. Bagaimana Allah memerintahkan kita agar bertanya kepada ulama, karena segala permasalahan agar ada solusinya ialah bertanya kepada Rasul, namun jika tidak ada balik kepada ulama, karena ulama ialah pewaris para Nabi. Karena para alim ulama jikalau memutuskan suatu masalah bukan karena nafsunya semata melainkan berdasarkan al-Qur’an dan Hadits sehingga solusi yang diberikan dari ulama itulah yang terbaik. Dalam Al-Qur’an banyak Allah menyebutkan tentang ilmu, diantaranya:

  1. Surat Al-‘Araf ayat 7 dan 52:

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ

Artinya:”Maka Sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)”.

وَلَقَدْ جِئْنَٰهُم بِكِتَٰبٍ فَصَّلْنَٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 

Artinya” “Dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

  1. Surat Al-Anbiya ayat 7 :

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖفَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:”Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”.

  1. Surat Al-An’am ayat 114:

أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًا وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ ٱلْكِتَٰبَ مُفَصَّلًا ۚ وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Artinya:”Maka Patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, Padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali Termasuk orang yang ragu-ragu”.

  1. Surat Al-Isra ayat 107:

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَو لاَ تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدً

Artinya:”Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>