Kebon Jeruk Jakarta Barat

Posts made in May, 2015

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin (12 Februari 2015)

Posted by on May 8, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

  Terjemah Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA Ditulis Oleh: Ust. Alfani S.Pd,I KEUTAMAAN ILMU بسم الله الرّحمن الّرحيم Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin : وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { أَفْضَلُ النَّاسِ الْمُؤْمِنُ الْعَالِمُ الَّذِي اِنِ احْتِيْجَ اِلَيْهِ نَفَعَ, وَ اِنِ اسْتُغْنِىَ عَنْهُ أَغْنَى نَفْسَهُ}وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { الأِيْمَانُ عُرْيَانٌ وَ لِبَاسُهُ التَّقْوَى وَ زِيْنَتُهُ الْحَيَاءُ وَ ثَمْرَتُهُ الْعِلْمُ }. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { أَقْرَبُ النَّاسِ مِنْ دَرَجَةِ النُّبُوَّةِ اَهلُ الْعِلْمِ وَ الْجِهَادِ, اَمَّا أَهْلُ الْعِلْمِ فَدَلُّوْا النَّاسَ عَلَى مَا جَاءَتْ بِهِ الرُّسُلُ, وَ اَمَّا اَهْلُ الْجِهَادِ فَجَاهَدُوْا بِأَسْيَافِهِمْ عَلَى مَا جَاءَتْ بِهِ الرُّسُلُ }. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { لَمَوْتُ قَبِيْلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ }. وَ قَالَ عَلَيهِ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ : { النَّاسُ مَعَادِنٌ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ, فَخِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَةِ خِيَارُهُمْ فِي الأِسْلاَمِ اِذَا فَقَهُوْا }. Terjemah Kitab : Nabi Saw bersabda: “Manusia yang terbaik ialah mukmin yang berilmu, jika diperlukan dia berguna, dan jika tidak diperlukan maka dia dapat mengurus dirinya sendiri”. Nabi Saw bersabda: “Iman itu tidak berpakaian, pakaiannya ialah taqwa, dan perhiasannya ialah malu dan buahnya ialah ilmu”. Nabi Saw bersabda: “Manusia yang terdekat kepada derajat kenabian ialah orang yang berimu dan berjihad. Adapun orang yang berilmu, maka memberi petunjuk kepada manusia akan apa yang dibawa Rasul-rasul. Dan orang yang berjihad, maka berjuang dengan pedang membela apa yang dibawa para Rasul itu”. Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya mati satu suku bangsa adalah lebih mudah dari pada mati seorang yang berilmu”. Nabi Saw bersabda: “Manusia itu ibarat barang logam seperti logam emas dan perak. Orang yang baik pada jahiliyah menjadi baik pula pada masa Islam apabila mereka itu berpaham (berilmu)”. Penjelasan Pengasuh: Pada pertemuan kali ini kita masih melanjutkan pembahasan tentang kemuliaan ahli ilmu dengan dalil berdasarkan hadits Nabi Saw, begitu banyak Imam Al-Ghazali menyebutkan hadits tentang kemuliaan ahli ilmu, diantaranya hadits yang diatas bahwa dapat kita ambil kesimpulan dengan beberapa poin, diantaranya: Nabi Saw telah menggambarkan bahwa manusia yang terbaik ialah orang yang berilmu, karena ketika orang lain ingin menjalankan syariat Islam pasti butuh seorang pembimbing atau guru untuk menunjukannya secara baik dan benar, ialah seorang yang berilmu. Maka dengan demikian orang berilmu jika dibutuhkan maka ia memberikan manfaat untuk orang lain, namun jika orang lain tidak membutuhkannya, maka ilmunya tidak sia-sia begitu saja namun dapat bermanfaat untuk dirinya. Nabi Saw menganalogikan keimanan dengan telanjang, orang mukmin yang masih meninggalkan akan perintah Allah dan mengerjakan apa yang Allah larang, maka orang tersebut imannya masih telanjang. Pengertian malu bukan malu yang kita ketahui pada umumnya, namun malu ialah dimana malu meninggalkan perintah Allah, dan malu mengerjakan larangan Allah. Sangat wajar sekali kalau seorang ulama meninggal betapa kita sangat kehilangannya, ketimbang meninggalnya seseorang yang awam. Karena mencari pengganti ulama itu sangat sulit apalagi ulama yang konsisiten dalam menegakan agama Allah Swt....

Read More

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin (05 Februari 2015)

Posted by on May 1, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Terjemah Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA Ditulis Oleh: Ustadz Alfani, S.Pd,I KEUTAMAAN ILMU بسم الله الرّحمن الّرحيم Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin : وَ اَمَّا الأَخْبَارُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : (( مَنْ يُرِدِ اللّهُ بِهِ خَيْرٌا يُفَقِّهُ فِى الدِّيْنِ وَ يُلْهِمُهُ رُشْدَهُ )) وَ قَالَ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : (( الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ )) , وَ مَعْلُوْمٌ أَنَّهُ لاَ رُتْبَةَ فَوْقَ النُّبُوَّةِ وَ لاَ شَرَفَ  فَوْقَ شَرَفِ الوَرَاسَةِ  لِتِلْكَ الْرُتْبَةِ. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : {يَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَ الأَرْضِ} وَ اَيُّ مَنْصِبٍ يَزِ يْدُ عَلَى مَنْصِبٍ مَنْ تَشْتَغِلُ مَلاَئِكَةُ السَّمَوَاتِ وَ الأَرْضِ بِالأِسْتِغْفَارِ لَهُ ؟ وَ قالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : {اِنَّ الْحِكْمَةَ تَزِيْدُ الشَّرِيْفَ شَرَفًا وَ تَرْفَعُ الْمَمْلُوْكَ حَتَّى يُدْرِكَ مَدَارِكَ الْمُلُوْكِ } وَ قَدْ نَبَّهَ بِهَذَا عَلَى ثَمْرَاتِهِ فِى الدُّنْيَا, وَ مَعْلُوْمٌ اَنَّ الآخِرَةَ خَيْرٌ وَ اَبْقَى. وَ قَالَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : { خَصْلَتَانِ لاَ يَكُوْنَانِ فِي مُنَافِقٍ : حُسْنٌ سَمْتٌ وَ فِقْهٌ فِى الدِّيْنِ} وَ لاَ تَشُكَنَّ فِى الحَدِيْثِ لِنِفَاقِ بَعْضِ فُقَهَاءِ الزَّمَانِ, فَاِنَّهُ مَا اَرَادَ بِهِ الّذِي ظَنَنْتَهُ وَ سَيَأْتِى مَعْنَى الْفِقْهِ. وَ اَدْنَى دَرَجَاتِ الْفِقْهِ اَنْ يَعْلَمَ اَنَّ الآخِرَةَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا, وَ هَذِهِ الْمَعْرِفَةُ اِذَا صَدَقْتَ وَ غَلِبْتَ عَلَيْهِ بَرِئٌ بِهَا مِنَ النِّفَاقِ وَ الرِّيَاءِ Terjemah Kitab: Adapun Hadits, maka Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang dikehendaki Allah akan memperoleh kebaikan, niscaya dianugerahinya pemahaman dalam agama dan diilhaminya petunjuk”. Nabi Saw bersabda: “Orang berilmu (ulama) itu adalah pewaris para Nabi-nabi”. Dan sudah diketahui bahwa tak ada pangkat di atas pangkat kenabian dan tak ada kemuliaan diatas kemuliaan yang mewarisi pangkat tersebut. Nabi Saw bersabda: ”Memintakan ampun untuk orang yang berilmu sesuatu yang ada di langit dan di bumi”. Manakah kedudukan yang melebihi kedudukan orang, dimana para malaikat di langit dan di bumi selalu meminta ampun baginya?. Nabi Saw bersabda: “Bahwa ilmu itu menambahkan mulia orang yang mulia, dan meninggikan seorang budak sampai ketingkat raja-raja”. Dijelaskan dengan hadits ini atas buahnya di dunia, dan diketahui bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal. Nabi Saw bersabda: “Dua perkara yang tidak dijumpai pada orang munafik: Baik kelakuannya, dan paham agama”. Dan janganlah engkau ragu akan hadits ini, karena munafiknya sebagian ulama fiqih zaman sekarang. Karena tidaklah dimaksudkan oleh hadits itu akan fiqih yang kau sangkakan. Dan akan diterangkan arti fiqih itu. Serendah-rendahnya tingkat seorang ahli fiqih tau ia bahwa akhirat itu lebih baik dari dunia, dan pengetahuan ini apabila benar dan banyak padanya niscaya telepaslah dia dari sifat nifaq dan riya. Penjelasan pengasuh: Islam adalah satu-satunya agama yang benar yang sangat diharapkan kehadirannya untuk melanggengkan kehidupan dialam ini. Tanpa Islam rasanya sulit bagi manusia untuk lepas dari angkara murka yang terdapat pada gelombang kehidupan yang tak kenal belas kasih. Keterkaitan Islam dan ulama sangatlah erat. Perkembangan dan kemajuan Islam masa lampau tak lepas dari peran ulama. Diabad modern ini sosok-sosok ulama yang konsisiten dengan agamanya sangat dibutuhkan, dalam upaya mengembalikan kaum muslimin ke masa keemasannya. Pada pertemuan kali ini kita masih membahas tentang keutamaan ulama...

Read More