Kebon Jeruk Jakarta Barat

Posts made in February, 2015

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 01 Januari 2015)

Posted by on Feb 8, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA   بسم الله الرّحمن الّرحيم Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin : وَ اَمَّا رُبْعُ الْمُهْلِكَاتِ فَيَشْتَمِلُ عَلَى عَشْرَةِ كُتُبٍ كِتَابُ شَرْحِ عَجَائِبِ الْقَلْبِ, وَ كِتَابُ رِيَاضَةِ النَّفْسِ, وَ كِتَابُ افَاتِ الشَّهْوَتَيْنِ: شَهْوَةُ الْبَطْنِ وَ شَهْوَةُ الْفَرْجِ, وَ كِتَابُ افَاتِ اللِّسَانِ, وَ كِتَابُ افَاتِ الْغَضَبِ وَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ, وَ كِتَابُ ذَمِّ الدُّنْيَا, وَ كِتَابُ ذَمِّ الْمَالِ وَ الْبُخْلِ, وَ كِتَابُ ذَمُّ الْجَاهِ وَالرِّيَاءِ, وَ كِتَابُ ذَمِّ الْكِبْرِ وَ الْعُجْبِ, وَ كِتَابُ ذَمِّ الْغُرُوْرِ. Terjemah Kitab : “Bagian (rubu’) perbuatan yang membinasakan, meliputi sepuluh kitab : pertama, Kitab Menjelaskan Keajaiban Hati. Kedua, Kitab Latihan diri (jiwa). Ketiga, Kitab Bahaya Syahwat (perut dan kemaluan). Keempat, Kitab Bahaya Lidah. Kelima, Kitab Bahaya Marah, Dendam, dan Dengki. Keenam, Kitab Tercelanya Dunia. Ketujuh, Kitab Tercelanya Harta dan Kikir. Kedelapan, Kitab Tercelanya Suka Kemegahan dan Riya. Kesembilan, Kitab Tercelanya Sifat Takabbur dan ‘Ujub. Kesepuluh, Kitab Tercelanya Sifat Tertipu Kemegahan Dunia. Penjelasan Pengasuh : Pada pertemuan kali ini kita masih membahas mukaddimah kitab ini, bagian perbuatan yang dapat membinasakan beliau membagi 10 (sepuluh) kitab :   Kitab Keajaiban Hati Dalam tubuh kita ada anggota tubuh yang sangat penting peranannya untuk kita perhatikan baik-baik, sebagaimana Nabi saw bersabda : اِنَّ فِى جَسَدِ اِبْنِ ادَمَ مُضْغَةً, اِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَ صَلَحَ لَهَا سَائِرُ الْبَدَنِ, الاَ وَ هِيَ الْقَلْبُ Artinya : “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila baik ia (daging) niscaya baik seluruh anggota tubuhnya semuanya dan baik seluruh badannya, ketahuilah bahwa itu adalah hati”. Hati ibarat cermin, jika tidak dirawat dan dibersihkan, ia mudah kotor dan berdebu. Hati yang sakit ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang didalamnya, diantaranya riya, hasad dengki, dll. Jika hati sudah terjangkit penyakit maka tidak lain obat hati yang paling mujarab adalah dzikrullah (mengingat Allah).   Kitab Latihan Nafsu Nafsu merupakan pokok yang menghimpun sifat-sifat tercela dari manusia, sehingga mereka mengatakan bahwa kita harus melawan nafsu (hawa nafsu) dan memecahkannya. Melatih nafsu tidaklah mudah, karena dia tidak terlihat. Sampai Nabi saw katakan bahwa melawan nafsu itu ibarat jihad akbar (besar) yang dimana hukumnya adalah fardu ‘ain, sedangkan jihad kecil ialah melawan orang kafir yang pada hukumnya adalah fardu kifayah. Beliau sabdakan : رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الاَصْغَرِ اِلَى الْجِهَادِ الأَكْبَرِ, قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللّهِ وَمَا الْجِهَادُ الأَكْبَرُ قَالَ الْجِهَادُ فِى النَّفْسِ Artinya:”Kami kembali dari jihad kecil kepada jihad besar, sahabat bertanya:”apa itu jihad besar wahai Rasulullah??Rasul menjawab : jihad besar ialah jihad melawan nafsu”. Kitab Bahaya 2 (dua) Syahwat (perut dan kemaluan) Disini Imam Al-Ghazali menyebutkan yang dimaksud 2 (dua) syahwat ialah perut dan kemaluan. Perut pada hakikatnya adalah sumber dari segala nafsu syahwat dan tempat tumbuhnya segala penyakit dan bencana. Karena nafsu syahwat perut diikuti oleh nafsu syahwat farji (kemaluan) dan kuatnya nafsu syahwat kepada wanita-wanita yang dikawini. Sumber segala dosa adalah syahwat perut dan dari situlah timbul syahwat kemaluan, untuk itu cara mengendalikan syahwat yang paling ampuh ialah dengan lapar. Itulah sebabnya Nabi saw memerintahkan umatnya untuk memerangi syahwat dengan lapar dan haus, karena pahala dalam hal itu seperti pahala orang...

Read More

Kajian Kitab Ihya ‘Ulumiddin ( 25 Desember 2014)

Posted by on Feb 8, 2015 in Ihya 'Ulumiddin | 0 comments

Oleh: KH. Suherman Muchtar, MA   بسم الله الرّحمن الّرحيم Al-Imam Ghazali berkata di dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumiddin : وَ اَمَّا رُبْعُ الْعَادَاتِ فَيَشْتَمِلُ عَلَى عَشْرَةِ كُتُبٍ كِتَابُ ادَابِ الأَكْلِ, وَ كِتَابُ ادَابِ النِّكَاحِ, وَ كِتَابُ أَحْكَامِ الْكَسْبِ, وَكِتَابُ الْحَلَالِ وَ الْحَرَامِ, وَ كِتَابُ ادَابِ الصُّحْبَةِ وَ الْمُعَاشَرَةِ مَعَ أَصْنَافِ الْخَلْقِ, وَ كِتَابُ الْعُزْلَةِ, وَ كِتَابُ ادَابِ السَّفَرِ, وَ كِتَابُ السَّمَاعِ وَ الْوُجْدِ, وَ كِتَابُ الأَمْرِ بِالمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ, وَ كِتَابُ ادَابِ الْمَعِيْشَةِ وَ أَخْلَاقِ النُّبُوَّةِ Artinya : “ Bagian (rubu’) pekerjaan sehari-hari melengkapi sepuluh kitab : Pertama, Kitab Adab Makan. Kedua, Kitab Adab Pernikahan. Ketiga, Kitab Hukum Berusaha (Bekerja). Keempat, Kitab Halal dan Haram. Kelima, Adab Berteman dan Bergaul dengan Berbagai Golongan Manusia. Keenam, Kitab ‘Uzlah (Mengasingkan Diri). Ketujuh, Kitab Bermusafir. Kedelapan, Kitab Mendengar dan Merasa. Kesembilan, Kitab Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Kesepuluh, Kitab Adab Kehidupan dan Budi Pekerti (Akhlaq) Kenabian”. Penjelasan Pengasuh : Pada bagian (rubu’) yang kedua Imam Ghazali membagi sepuluh kitab juga, diantaranya : Kitab Adab Makan Ajaran Islam mencangkup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali masalah makanan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman, dan ibadah dengan identitas diri. Imam Al-Ghazali mengutamkan pembahasannya dengan makan, karena makan adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengokohkan badan, serta mempunyai dampak yang sangat besar untuk badan dan daya tahan tubuh kita. Allah Ta’ala berfirman : فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ Artinya : “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.(An-Nahl : 114). Dari ayat di atas, dapat di simak bahwa Allah menyuruh manusia memakan apa saja di dunia ini yang di ciptakannya, sepanjang halal dan baik.   Kitab Adab Pernikahan Di sini Imam Al-Ghazali menempatkan bab pernikahan sebagai urutan yang kedua, karena biasanya jika seseorang telah kebanyakan makan maka akan menimbulkan nafsu pada dirinya. Sebagai pribadi muslim yang menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangganya hendaklah sebelum melakukan pernikahan mesti belajar tentang hak dan kewajiban seorang istri dan suami agar tercapai lah tujuan pernikhan itu yakni sebagaimana firman Allah Swt : وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar Rum:21) Karena salah satu faktor terjadinya banyak perceraian kebanyakan orang enggan belajar tentang hak dan kewajibannya masing-masing.   Kitab Hukum Berusaha Agama Islam menganjurkan orang agar berusaha mencari nafkah dan harta benda dengan jalan bercocok tanam, pertukangan atau perdagangan dan lain-lain dengan jalan yang baik. Dalam tasawuf ada yang namanya Maqam Tajrid dan Maqam Kasbi, Maqam Tajrid ialah seseorang sudah terjamin rizkinya sehingga orang tersebut tidak menyibukan dirinya dalam berusaha mencari rizki dan hanya fokus untuk beramal negeri akhirat....

Read More